Syair 1

Agustus 23, 2009

Kegelisahan Menyelimuti Rasa Rinduku
Ketika Cinta Jauh Dari Hati
Diatas Kertas Tertulis Puisi Cinta
Yang Digoreskan Sang Pujangga
Untuk Menutupi Rasa Rindu Didada

Terseok Seok Kumelangkah Menyusuri Jalan Menuju Asa
Masih Adakah Cahaya Yang Terangi Jiwa
Mencari Kebahagiaan Yang Hakiki
Tuk Temukan Adanya Cinta sejati

Gejolak Jiwaku Menembus Batas waktu
Bahkan Perasaan Mati Aku Hidupkan Lagi
Hanya Untuk Mengucapkan Satu Kata Padamu
Bahwa Aku Sangat Mencintai Dirimu

Aku Pejamkan Mata Dikeheningan Malam Yang Sunyi
Aku Mimpi Dimana Ia Sang Dambaan Hati
Aku Harap Kubawa Ia Dalam Tidurku Malam Ini
Tapi Kini, Biarlah Aku Temui Dia Hanya Dalam Mimpi

Sisi Sepi Prawan Titian Hati
Menabur Bunga Dibumi Tidurnya
Knapa Slalu Ragu Ditiap Rayu
Padahal, Mereka Juga Setengah Patah Hatinya
Sebenarnya Antara Dia Dan Mereka
Siapakah Yang Lebih Terluka

Cinta Memang Tidak Dapat Diukir Dengan Kata-Kata

Tapi Cinta Dapat Membuat Luka Dalam Jiwa

Sampai Sekarang Masih Terasa Dalam Dada

Walau Aku Berusaha Melupakannya


Malam Kapan Engkau Berakhir

Buta Tulikah Engkau

Siksa Jiwa Dalam Kesetiaan

Terbakar Tanpa Api, Hujan Tanpa Air

Hanya Jiwa Yang Terluka

Bisakah Kamu Dengar Jeritan Rinduku

Jeritan Yang Sebenarnya Rasa Sakit Didada

Dan Rasa Sakit Itu Bermula

Dari Rasa Rindu Kepadamu


Kakiku Berdiri gontai Diatas Bukit Hatimu

Aku dipeluk Gelap Mengharapkanmu

Datanglah Dengan Senyum Terindah

Yang Slalu Buat Aku Rindu

Hanya Kamu Harapanku

Sepucuk Rindu Kutorehkan Dalam Dadaku

Sejak Pertama Mengenalmu

Aku Tak Kuasa Menahan Rindu Ini

Wajahmu, Senyummu, matamu Seluruhnya Hidup Dalam Kalbuku


Kau Tunjukkan Cinta Padaku Yang Tak Berujung

Kanapa Kau Tunjukkan Juga Dusta Padaku

Sungguh Kejam Dirimu

Karna Kau Telah Khianati Cintaku

Menangisku diharibaanmu

Tetes air Mata Bukti Sesalku

Seribu Maaf Kuucap Padamu

Atas Segala Kelalaianku


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.